Hari ini sungguh menyenangkan hati, ketika jam menunjukkan pukul 9 pagi. Sudah berangkat untuk melakukan penyuluhan di SMA "X" di Kota Semarang. Dalam penyuluhan aku bergabung dengan DCC (Diponegoro Care Center) Undip. Begitu senang dan kagum melihat semangat anak-anak muda DCC Undip untuk mencerdaskan anak bangsa terkait bahaya HIV/AIDS dilingkungan sekitar. Saat memasuki jam 13.30 WIB, acarapun dimulai, antusiasme dan teriakan bersahutan di area teater SMA "X". Melihat senyum dan tawa terpancar dari mereka anak-anak anti ESKA (Eksploitasi Seksual Kepada Anak) semakin getol semangat aku untuk melihat pertunjukan dari anak-anak anti ESKA yang tergabung dalam Forum Anak. Yang menyedihkan ketika, salah satu MC tidak PD (percaya diri) dengan suaranya yang melingking. Melihat MC tersebut, aku merasakan kesedihan, saat membacakan jadwal acara tiba-tiba ditertawakan oleh penonton yang tidak tahu betapa sakit hati ini saat ditertawakan.
Sedih sekali, hingga rasanya hatiku tercabik-cabik berempati terhadap MC itu. Hanya doaku yang bisa aku sampaikan pada Tuhan, semoga MC tersebut dapat percaya diri akan anugerah yang telah diberikan Tuhan untuknya. Tetaplah bersemangat wahai teman, Indonesia membutuhkan anak-anak muda yang tangguh tanpa mengenal putus asa. Percaya dirilah dan bersyukur apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Sesungguhnya kita tidak tahu rencana Tuhan di masa mendatang. Ketika ditengah acara, ada sebuah pertunjukan seni musik dan drama dari anak-anak anti ESKA dari Yayasan SETARA bersama Forum Anak. Betapa terenyuh hatiku, masih ada asa dari senyum dan tawa mereka, bahwa hari esok akan lebih baik untuk masa depan.
Berjuanglah terus wahai anak bangsa, jadikan kesulitan hidup sebagai momentum untuk meraih dunia yang lebih baik. Berdoa, berpikir positif, dan berusahalah pasti Tuhan akan memberikan yang terbaik.
Ketika jam 14.00 WIB, aku izin kepada Ketua DCC Undip untuk pulang, karena ada pekerjaan lain yang sedang menunggu. Diluar dugaanku, melihat sesosok cewek yang setia menunggu aku yang telah telat tidak menepati janji tepat waktu untuk sekedar membantu aku mengentry nilai-nilai praktikum. Wajahnya terpancar kedamaian, saat aku menjemputnya dan sesampai dikos aku, dia langsung mengentry nilai dengan seksama mendengarkan aku yang mendekte.
Andaikata Tuhan memberikan sosok pendamping seperti itu untukku, betapa beruntungnya aku. Meski aku bukanlah orang baik, tetapi harapan aku Tuhan memberikan yang terbaik untuk hidupku. Maafkan aku, yang selalu merepotkanmu selama seminggu ini. Mulai dari menemani makan hingga membantu mengentry nilai praktikum. Semoga Tuhan memberimu pendamping yang sepadan denganmu. Salam Sukses untuk kita, doaku selalu untukmu wahai teman.

Komentar
Posting Komentar