HIKMAH AFA STOPHIVA 2012

Rasa senang menyergap ketika aku diundang enjadi salah satu panitia dalam peringatan AIDS sedunia bersama teman-teman StopHiva FKM Undip. Betapa bungah hati ini, masih ada saja orang yang memerlukan bantuanku, disaat aku bukan orang baik. Melihat tawa dan canda mereka, ingin rasanya terus dalam suasana kebahagiaan. Dimana hidup tidak mempunyai beban, lepas,bak disurga.
Saat malam renungan, ada seorang anak SD yang ternyata seorang ODHA. Dari riwayat ditemukan, bahwa kedua orang tua si anak telah meninggal akibat HIV/AIDS. Betapa sangat menyedihkan, di usia belia si anak telah mengidap HIV (+) dalam tiap darahnya.
Tetapi asa masih terpancar dari wajah si anak untuk menatap hidup di dunia yang sangat keras. Si anak mempunyai cita-cita yang mulia, si anak ingin menjadi dokter. Di usianya yang masih 12 tahun, asa tetap menyala di hatinya. Tak peduli tubuhnya di gerogori HIV (+) yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya. 
Melihat semangat dari si anak rasanya hatiku terenyuh ingin berbagi kebahagiaan. Sungguh mengagumkan, si anak tetap menunjukkan gairah hidup yang tak mempedulikan seberapa lama masih hidup di dunia ini dengan HIV (+) di tubuhnya.
Teruslah berkarya wahai anak bangsa, meski itu mustahil digapai. Bermimpilah dalam hidupmu, karena dengan mimpi akan tercipta semangat dan asa yang mampu merubah dunia ini. Batas usia yang tahu hanya Tuhan tetaplah melangkah meskipun banyak halang rintangan menghadang.

Komentar

Posting Komentar