Puisi-puisi
Berkat kau, aku jatuh
Jatuh luluh lantak
memikirkanmu
Sukar torehkan kembali
pena emasku pada secarik kertas
Hati dan pikiran teracuni
doktrin-doktrin sesat
Jiwa terasa hampa
hasrat tulis lenyap
hiasi penaku, untukmu puisi
Berkat kau, aku jatuh
Jatuh luluh lantak
memikirkanmu
Sukar torehkan kembali
pena emasku pada secarik kertas
Hati dan pikiran teracuni
doktrin-doktrin sesat
Jiwa terasa hampa
hasrat tulis lenyap
hiasi penaku, untukmu puisi
sebuah puisi yang saya tulis disela-sela mengikuti workshop Penulisan Artikel Ilmiah Populer di Kampus FKM Undip. Sudah lama sekali rasanya tidak menulis puisi yang menurutku masih butuh belajar banyak untuk menjadi puisi yang lebih baik. Semoga saya dapat berperang melawan diri sendiri dari doktrin-doktrin sesat yang berkutat dipikiran.
Komentar
Posting Komentar